Kamis, 02 April 2015

Bayi kuning Mengapa itu bisa terjadi?

Terkadang warna kulit pada bayi bisa berubah menjadi kuning, tentu Anda sebagai orang tua akan kebingungan. Terdapat pigmen dengan nama bilirubin, di mana pigmen ini merupakan faktor penyebab terjadinya perubahan warna pada kulit bayi, yang disebut juga dengan ikterus atau bayi kuning. Ini bukan hal yang boleh Anda biarkan, namun harus Anda perhatikan dan waspadai.


Sesungguhnya pada dasarnya tiap-tiap orang itu sudah mempunyai bilirubin di sel darah merah mereka. Dan untuk setiap jangka waktu tertentu, kondisi di mana sel darah mati akan terjadi, lalu sel darah merah yang mati tersebut akan menguraikan sel-sel mereka, beberapa di antaranya akan menjadi bilirubin. Mari baca selengkapnya.

Kondisi normal
Di kondisi normal, yang memiliki tanggung jawab untuk menguraikan bilirubin yakni organ hati, dan selanjutnya akan dibuang melalui proses buang air besar. Ketika bayi masih di dalam kandungan, ketika organ bayi belum sempurna, maka hati sang bunda yang akan mengambil alih tanggung jawab menguraikan bilirubin tersebut di dalam sel darah merah sang bayi.

Waktu bayi dilahirkan, perkembangan dari organ hati sang bayi tentu masih belum sempurna, jadi hati bayi belum bisa menjalankan fungsi mereka dengan sempurna. Dan efeknya yakni terjadi bilirubin yang menumpuk, di mana kondisi inilah yang menyebabkan warna kuning di kulit bayi. Sekarang Anda sudah mengetahui tentang garis besarnya.

Penyebab dan gejala dari kondisi bayi kuning

Sebab lain dari bayi kuning adalah karena golongan darah ibu dengan golongan darah sang bayi yang tidak cocok. Peningkatan dari kadar bilirubin bisa disebabkan karena pembentukan berlebih maupun gangguan di pengeluarannya. Sementara itu untuk gejala primer yang bisa dilihat di bayi yakni perubahan pada warna kulit, yang terjadi pada rongga mulut, mata, juga kulit bayi.

Perubahan awalnya akan gampang tampak melalui mata kemudian jika gangguan sudah semakin berat, perubahan akan menjalar sampai ke daerah perut, dada, paha, tangan, juga menuju bagian telapak kaki. Sangat penting bagi Anda untuk mengerti kapan waktu awal mula terjadinya warna kuning di bayi, sebab dengan begitu akan bisa menentukan jika ikterus termasuk yang bersifat patologis atau yang termasuk bersifat fisiologis. Juga, untuk bayi yang ikterusnya termasuk ikterus neonatorus fisiologis, bayi akan tidak rewel dan terlihat sehat.

Namun jika Anda melihat kuning dan anak terlihat malas menyusui, lesu, serta rewel, Anda boleh curiga bahwa anak Anda terkena ikterus neonatorus patologis, pemeriksaan lebih lanjut pun akan Anda butuhkan. Ikterus yang bersifat patologis ini juga dikenal dengan sebutan hiperbilirubinemia, di mana ikterus yang satu ini dapat menyebabkan kematian dan juga gangguan pada saraf pusat. Kebanyakan masalah bayi kuning disebabkan karena masalah ikterus, baik itu yang patologis maupun fisiologis.

Metode perawatan bayi kuning

Apabila Anda sudah melihat tanda warna kuning di kulit bayi serta bagian putih pada mata bayi, maka kemungkinan bayi mengalami penyakit kuning. Anda boleh menjemur bayi sewaktu pagi hari, namun dengan tujuan supaya sang bayi memperoleh asupan vitamin D yang cukup, di mana vitamin D ini akan dibutuhkan oleh tulang sang bayi. Jam yang tepat untuk melakukannya adalah sebelum jam 7 pagi, dan lakukan max 30 menit, sebaiknya jangan terlalu lama karena tidak baik dan bayi Anda juga akan kurang senang.

Sekian artikel tentang bayi kuning – Mengapa itu bisa terjadi? Semoga bermanfaat.