Senin, 23 Maret 2015

Hal yang harus diperhatikan orang tua ketika bisul pada bayi tumbuh

Bisul pada bayi dapat dikatakan adalah hal sepele namun menjengkelkan, selain membuat anak menjadi sangat rewel jika sekali sudah terkena bisul maka seringkali bisul itu akan muncul lagi dan muncul lagi. Bisul pada bayi biasanya disebabkan karena lingkungan bayi yang kurang bersih dan sehat sehingga menyebabkan mikroorganisme akan mudah menginfeksi dan menyebabkan peradangan atau bisul.


Mikroorganisme yang sering menyebabkan bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bisulan memang dapat menyerang siapa saja, kapan saja dan dimana saja tetapi kasus yang paling banyak adalah bisulan yang menimpa bayi dan anak-anak, kenapa hal tersebut dapat terjadi. Faktor kebersihan adalah faktor pemicu terbesar timbulnya bisul pada bayi. Dengan lingkungan yang tidak bersih maka infeksi mikroorganisme akan semakin mudah terjadi. Umumnya, bisulan pada bayi sering terjadi pada area tubuh yang mengeluarkan banyak keringat seperti pada kepala, wajah dan lipatan-lipatan paha.

Selain itu, kebiasaan bayi menggaruk menyebabkan kulit mendapat gesekan sehingga pertahanan kulit akan berkurang selain itu kulit bayi juga lebih tipis dan rentan terhadap infeksi. Bisul juga seringkali menyerang seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun jadi, bisul banyak menyerang bayi dan anak-anak karena pada masa-masa tersebut sistem imun belum terbentuk secara sempurna.

Meskipun demikian, banyak orang tua yang kurang tanggap terhadap tanda dan gejala bisul pada tubuh bayi mereka. Memang gejala awal bisul hanyalah timbul bintik merah yang awalnya kecil kemudian akan membesar seiring berjalannya waktu dan mengandung nanah. Proses peradangan atau inflamasi bisul pada bayi ini sebenarnya adalah suatu reaksi tubuh terhadap adanya mikroorganisme pada daerah tersebut, sedangkan warna merah yang muncul pada bisul merupakan sebuah pertanda bahwa tubuh sedang mengeluarkan pertahanannya untuk melawan dan membunuh mikroorganisme di dalamnya sedangkan nanah muncul ketika sistem pertahanan tubuh yang dimiliki kurang sehingga tidak sanggup untuk membunuh mikroorganisme penyebab bisul.

Lamanya proses kesembuhan bisul tergantung dari respon imun yang dimiliki tubuh jika sistem imunnya baik maka bisul pada bayi akan segera sembuh, tetapi jika memang buruk maka bisul pada bayi akan semakin lama disembuhkan. Status gizi dari bayi juga ikut mempengaruhi cepat atau lambatnya kesembuhan penyakit bisul karena status gizi pada bayi berhubungan erat dengan status imun dari bayi itu sendiri.

Bisul adalah salah satu infeksi mikroorganisme yang menyerang jaringan folikel rambut dan kelenjar minyak. Karena penyebabnya adalah infeksi, maka bisul juga dapat menular dan tidak hanya menyerang satu bagian tubuh saja tetapi juga dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya bahkan menular kepada orang lain. Penularan bisul dapat terjadi karena garukan tangan yang dapat memindahkan kuman dari satu tempat ketempat yang lainnya apalagi kebiasaan bayi memang sering menggaruk atau menggosok-gosokan tanggannya jadi penularan akan semakin cepat terjadi.

Meskipun jarang sekali kasus yang ditemukan, penularan bisul juga dapat melalui aliran darah atau kelenjar getah bening.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orang tua untuk mengatasi masalah bisulan pada bayi mengingat bayi belum dapat menjaga kesehatan dirinya sendiri dan sistem imun tubuhnya memang belum terbentuk sempurna. Hal-hal yang harus dan sangat diperhatiakan ketika merawat bayi yang sedang bisulan adalah :

1.    Selalu jaga kebersihan bayi.
Kebersihan adalah point penting untuk mendapatkan kesehatan yang maksimal. Kebersihan bayi memang hal penting yang harus diperhatikan setiap orang tua karena bayi memang belum dapat melakukan apa-apa sendiri. Bisul pada bayi disebabkan oleh infeksi dari bakteri dan bakteri memang selalu identik dengan sesuatu yang kotor. Tubuh bayi yang kotor dan berkeringat dapat menjadi habitat yang cocok bagi bakteri penyebab bisulan.

Meskipun masih bayi biasanya aktivitas bergeraknya juga cukup banyak jadi keringat yang dihasilkannya pun banyak. ketika keringat itu keluar biasanya orang tua hanya membiarkannya padahal keringat juga salah satu sumber kuman. Untuk menjaga kebersihan bayi, sebaiknya sering-seringlah mengelap keringat pada bayi agar tubuh bayi tidak lembab dan menjadi sarang kuman dan yang perlu diperhatikan lagi, jangan menaburkan bedak pada saat bayi saat berkeringat dan mengalami iritasi atau gatal karena jika bedak bercampur dengan keringat maka akan semakin memperbanyak mikroorganisme yang akan tumbuh. Selain kebersihan tubuh, kebersihan tempat dan lingkungan bayi itu berada juga harus diperhatikan jangan sampai badan bersih tapi lingkungan kotor.

2.    Jangan dipencet atau dipecahkan
Tidak selamanya bisul selalu mengeluarkan nanah terkadang bisul hanya benjolan merah yang membesar. Nanah akan muncul ketika sistem kekebalan tubuh mulai menurun sehingga tubuh tidak mampu untuk melawan mikroorganisme pada daerah tersebut. Untuk meredakan rasa nyeri dan pegal yang dirasakan, kompreslah bisul pada bayi dengan menggunakan air hangat tetapi yang perlu diingat jangan sekali-kali memencet atau memecahkan bisul yang bernanah karena jika nanah tersebut keluar maka infeksi tersebut akan semakin parah. Nanah yang berisi bakteri tersebut dapat menimbulkan infeksi pada daerah-daerah tubuh lainnya terutama pada bagian tubuh yang memiliki luka goresan.

Sebaiknya jika bisul pada bayi anda sudah sampai bernanah maka langkah yang terbaik adalah segera konsultasikan hal tersebut pada dokter agar infeksi tidak meluas.

3.    Jangan gunakan antiseptik secara sembarangan
Antibiotik adalah bahan yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme termasuk bakteri Staphylococcus penyebab bisul pada bayi, namun yang perlu diperhatikan adalah ketika memberikan antibiotik jangan sembarangan karena selain dapat membunuh bakteri antibiotik juga dapat menimbulkan resistensi atau kekebalan kuman terhadap antibiotik tersebut hingga suatu saat antibiotik tersebut tidak berpengaruh pada bakteri tersebut sehingga bisulan akan semakin sulit untuk disembuhkan.

4.    Potong kuku bayi secara rutin
Kuku adalah bagian dari tangan yang sering diguanakan untuk menggaruk dan menggaruk adalah jalan utama penularan bisul sehigga untuk mencegah penularan bisul pada bayi rutinlan memotong kuku bayi agar kuku senantiasa bersih.

5.    Perbaiki asupan gizi bayi
Asupan gizi pada bayi sangatlan menentukan sistem kekebalan tubuh dari bayi. Dengan sistem imun yang baik maka segala penyakit dapat mudah untuk diatasi termasuk juga bisulan. Karena itu berikanlah makanan yang cukup dan bergizi pada bayi dan jika bayi masih mengkonsumsi ASI maka asupan gizi ibulah yang paling penting.

Nah itulah beberapa hal yang penting dan harus dilakukan orang tua ketika bisul pada bayi menyerang, karena bayi riang ibupun senang.