Kamis, 19 Maret 2015

Cara Menghindari Bisulan pada Penderita Diabetes

Bisulan pada orang yang menderita penyakit diabetes memang sudah lumrah terjadi. Sebelum membahas tentang cara menghindari bisulan pada penderita penyakit diabetes akan dibahas sedikit tentang penyakit diabetes itu sendiri.


Seperti yang telah diketahui oleh umum bahwa diabetes adalah salah satu penyakit yang berhubungan dengan kadar gula dalam darah yang meningkat melebihi ambang batas normal. Kenaikan gula darah ini disebabkan karena terjadi kerusakan pada organ tubuh pankreas. Pada tubuh pankreas berungsi untuk menghasilkan enzim-enzim pencernaan yang penting dan saah satunya adalah hormon insulin. Insulin sendiri adalah sebuah hormon yang berfungsi untuk membantu tubuh menyimpan cadangan makanan agar tidak langsung keluar bersama dengan urine yang dikeluarkan.

Pada penderita diabetes jumlah hormon insulin yang dihasilkan oleh pankreas mengalami penurunan sehingga kadar gula dalam darah meningkat dan sel-sel tubuh kekurangan cadangan makanannya sehingga sistem daya tahan tubuh akan berkurang. Penyakit diabetes adalah penyakit yang sangat rumit karena tidak hanya menyerang bagian pankreas saja tetapi juga bagian organ tubuh lainnya seperti hati, ginjal dan kelenjar endoktrin.

Seseorang yang memiliki penyakit diabetes sangat mudah terkena infeksi terutama pada bagian kulit seperti bisulan dan gatal. Jadi jika anda sering terkena bisulan yang tidak kunjung sembuh maka itu dapat menjadi tanda bahwa anda terkena diabetes. Oleh karena itu segera periksalah diri anda sesegera mungkin.

Bisul adalah infeksi kulit yang sangat sering terjadi pada kasus diabetes. Kadar gula yang tinggi dan tidak terkontrol dalam darah dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan terasa gatal, infeksi kulit dan apabila terjadi luka maka akan sulit untuk disembuhkan. Kadar gula yang tinggi dalam darah juga dapat menyebabkan bisul yang tumbuh berukuran besar dan dalam jumlah yang banyak.

Bisul adalah salah satu penyakit kulit atau dermatitis yang sering dialami oleh banyak orang bahkan bukan hanya pada penderita diabetes saja. Bisul akan muncul dan tumbuh disebabkan karena adanya infeksi bakteri Staphylococcus pada jaringan kulit manusia.

Bagian tubuh yang sering terkena bisul adalah bagian tubuh yang sering mengalami gesekan dan banyak berkeringat seperti daerah kepala, pantat dan ketiak. Ada tiga faktor yang dapat mempengaruhi bisulan yaitu faktor kebersihan baik diri maupun lingkungan, faktor iklim seperti Indonesia yang memiliki iklim tropis dan faktor daya tahan tubuh. Faktor daya tahan tubuh inilah yang sering menjadi kendala bagi seorang penderita diabetes.

Seseorang yang menderita diabetes biasanya memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang rendah sehingga bakteri Staphylococcus akan sangat mudah masuk terutama jika terjadi luka. Seseorang yang menderita diabetes kerapkali mengalami luka yang dalam pada tubuhnya yang disebut juga sebagai ulkus seperti halnya luka akibat bisulan.

Kadar gula darah yang tinggi akan membuat pembuluh darah menjadi kaku dan sempit menyebabkan sistem peredaran darah akan terganggu hingga mengurangi aliran darah, nutrisi dan oksigen pada luka akibatnya bisulan yang menyebabkan penyembuhan bisul menjadi terhambat selain itu, juga dapat mengurangi fungsi sel darah putih untuk melawan infeksi.

Mengingat dampak buruk yang akan terjadi akibat bisulan pada penderita diabetes. Maka bagi anda yang menderita penyakit ini simaklah beberapa cara menghindari bisulan pada penderita diabetes.

1.    Usahakan agar kulit tetap bersih dan kering karena kulit yang lembab dan kotor adalah habitat yang sangat cocok untuk pertumbuhan mikroorganisme. Kulit yang lembab terutama pada bagian lipatan juga dapat membuat kulit teriritasi dan mudah terinfeksi bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan bisulan.

2.    Mandi dengan menggunakan sabun yang memiliki tekstur yang lembut. Penderita diabetes sangatlah sensitif terhadap luka jadi usahakan jangan ada luka sedikitpun pada tubuh. Menggunakan sabun yang lembut seperti sabun bayi dapat meminimalisir terjadinya luka dan goresan.

3.    Gunakan pelembab pada bagian kulit yang terbuka, dan hindari pada bagian yang tertutup seperti lipatan karena dapat menyebabkan pertumbuhan bakteri. Pelembab dapat berfungsi melindungi kulit  untuk mengurangi gesekan.

4.    Cara menghindari bisulan pada penderita diabetes yang keempat adalah jangan gunakan air panas untuk mandi dan berendam. Air yang panas dapat membuat kelembaban tubuh menjadi berkurang sehingga kulit akan menjadi lebih kering dan terasa gatal.

5.    Guntinglah kuku sependek mungkin karena biasanya jika merasa gatal dengan tidak sadar akan menggaruk bagian yang gatal tersebut. jika itu terjadi maka kulit yang digaruk akan menipis dan gampang terkena infeksi termasuk infeksi bakteri Staphylococcus penyebab bisulan.

6.    Jika terlanjur terkena bisul jangan sekali-kali memencet atau memecahkan bisulnya. Akan lebih baik jika anda segera temui dokter spesialis kulit agar penanganan dapat dilakukan secara profesional.

7.    Jaga konsumsi makanan anda sehari-hari. Makanan sangat penting untuk menjaga agar kadar gula dalam darah tidak naik.

Semoga informasi mengenai cara menghindari bisulan pada penderita diabetes dapat membantu anda terutama anda yang terkena diabetes untuk senantiasa sehat yang terhindar dari bisulan.